Boyolali, 29 Juli 2026 – Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) LPTK Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) menyelenggarakan Workshop Inovasi Konseling Berbasis Teknologi: Optimalisasi E-Modul Interaktif dalam Mentorship PPG BK bagi PPG Calon Guru Gelombang 1 Tahun 2026. Kegiatan berlangsung pada Rabu, 29 Juli 2026, bertempat di Hotel Al Azhar Azhima, Boyolali.

Workshop ini menjadi bagian dari upaya PPG LPTK FKIP UNISRI dalam memperkuat kompetensi pendampingan dan mentorship bagi mahasiswa PPG Bidang Bimbingan dan Konseling (BK), khususnya melalui pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran dan layanan konseling.

Kegiatan diikuti oleh Guru Pamong dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang bertugas mendampingi mahasiswa PPG BK Calon Guru Gelombang 1 Tahun 2026. Kehadiran para pendamping tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kesamaan persepsi dan strategi dalam memberikan bimbingan kepada mahasiswa selama menjalani proses pendidikan profesi dan praktik di lapangan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan pengarahan mengenai pentingnya inovasi teknologi dalam penguatan praktik Bimbingan dan Konseling. Peserta kemudian mengikuti sesi utama yang menghadirkan dua narasumber yang pertama dari Universitas Mercu Buana Yogyakarta yaitu Ibu Nur Sholehah Dian Saputri, M.Pd dengan kompetensi di bidang konseling, teknologi pembelajaran, dan pengembangan media digital. untuk narasumber kedua

 

 

Dalam sesi pemaparan, narasumber membahas berbagai peluang pemanfaatan teknologi untuk mendukung proses mentorship PPG BK. Salah satu fokus utama adalah optimalisasi e-modul interaktif sebagai media yang dapat membantu mahasiswa memahami materi secara lebih fleksibel, sistematis, dan kontekstual.

E-modul interaktif tidak hanya dipandang sebagai bahan ajar digital, tetapi juga sebagai media yang dapat mendorong keterlibatan aktif mahasiswa melalui penyajian materi, aktivitas reflektif, latihan, serta berbagai bentuk interaksi pembelajaran. Pemanfaatannya diharapkan mampu mendukung proses mentorship yang lebih terarah dan memberikan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan calon guru BK. Para peserta juga diajak untuk melihat perkembangan teknologi bukan sekadar sebagai perangkat pendukung, tetapi sebagai bagian dari transformasi praktik pendidikan dan layanan konseling. Guru Pamong dan DPL memiliki peran strategis dalam membantu mahasiswa mengintegrasikan teknologi secara tepat, etis, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui diskusi dan berbagi pengalaman antara narasumber, DPL, dan Guru Pamong. Berbagai pengalaman yang ditemui selama proses pendampingan mahasiswa menjadi bahan diskusi untuk menemukan strategi yang lebih efektif dalam pelaksanaan mentorship PPG BK.

Forum tersebut juga menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi antara DPL dan Guru Pamong. Sinergi keduanya diperlukan agar proses pembimbingan mahasiswa dapat berlangsung secara konsisten, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, monitoring, hingga refleksi terhadap praktik pembelajaran dan layanan Bimbingan dan Konseling.

Melalui workshop ini, PPG LPTK FKIP UNISRI mendorong para DPL dan Guru Pamong untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus mempertahankan prinsip-prinsip profesional dalam layanan konseling. Pemanfaatan teknologi diharapkan tetap menempatkan kebutuhan, perkembangan, dan karakteristik peserta didik sebagai orientasi utama.

Kegiatan Workshop Inovasi Konseling Berbasis Teknologi: Optimalisasi E-Modul Interaktif dalam Mentorship PPG BK menjadi salah satu langkah PPG LPTK FKIP UNISRI dalam memperkuat ekosistem pendidikan profesi guru yang adaptif terhadap transformasi digital. Melalui penguatan kapasitas DPL dan Guru Pamong, mahasiswa PPG diharapkan memperoleh pendampingan yang semakin berkualitas dan mampu berkembang menjadi guru BK profesional yang inovatif, reflektif, dan responsif terhadap tantangan pendidikan masa depan.

Pada akhirnya, pemanfaatan teknologi dalam konseling bukan semata tentang penggunaan perangkat digital, melainkan bagaimana teknologi dapat menghadirkan layanan yang lebih bermakna, pembelajaran yang lebih interaktif, serta pendampingan yang lebih berdampak bagi perkembangan peserta didik.